Goa Jatijajar adalah
goa alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa ini berada di 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer
arah barat Kebumen.
Gua Jatijajar berada di kaki pegunungan
kapur. Goa Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke
pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata
12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian
dari permukaan laut 50 meter.
Lokasi yang tidak berada
di pusat kota ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya,
untuk menjangkau daerah wisata ini wisatawan yang belum pernah datang ke
Kebumen dan tidak tahu daerah Kebumen harus menggunakan angkutan umum untuk
dapat sampai ke obyek wisata ini. Keadaan seperti ini tentunya dimanfaatkan
oleh masyarakat dan dinas perhubungan untuk menambah armada angkutan umum ke
arah objek wisata. Lokasi yang seperti itu juga memberikan kesempatan kepada
warga sekitar tempat wisata untuk membuka warung makan atau toko dan bahkan
wisma atau penginapan. Yang tentunya hal ini termasuk langkah dalam mengurangi
pengangguran.
Menurut cerita rakyat, Goa Jatijajar ini pada
jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat
wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung
Kasarung. Visualisasi tentang legenda tersebut dapat kita lihat pada diorama
yang ada di dalam goa. Banyak sekali patung-patung yang bertengger di dalam
goa.
Goa yang berbentuk Dinosaurus ini mempunyai ciri khas
sendiri, yaitu terdapat banyak sekali patung atau diorama yang menceritakan
legenda Raden Kamandaka. Lagi, di dalam perut goa terdapat empat kali/sendang
yang masing-masing mempunyai mitos sendiri-sendiri , namun yang dapat dilihat
oleh wisatawan hanya dua sendang. Yaitu sendang Mawar yang mitosnya mempunyai kekuatan gaib yang bisa membuat seseorang tetap
awet muda, dan sendang
Kantil yang juga mempunyai mitos yaitu bila air
sendang ini di gunakan untuk mandi atau cuci muka, maka niat atau cita-cita
orang terebut mudah dikabulkan.
Pemugaran dan pembukaan Goa Jatijajar ini tentunya
mengalami proses yang cukup lama dan melalui berbagai pro kontra di dalamnya.
Dari tidak setujunya warga sekitar goa apabila goa keramat tersebut dipugar dan
dijadikan tempat wisata karena dianggap suci dan keramat dan takut menyalahi
aturan jika kawasan tersebut dijadikan
objek wisata, hingga akhirnya lambat laun warga menyepakati rencana pemugaran
tersebut. Dan jadilah sekarang Goa Jatijajar yang asri dan indah tanpa
menghilangkan keaslian dari goa tersebut, yaitu diorama, stalagmite dan
stalagtit yang terhampar di seluruh bagian goa.
Keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar
berimbas pada berkembangnya kegiatan produktif masyarakat di sekitarnya, karena
terbukanya peluang usaha dalam bidang :
-
Perdagangan, dengan berdirinya kios-kios di dalam objek wisata Gua Jatijajar
Kerajinan/cendera mata, seperti anyaman pandan, batik tulis, keramik tanah liat
dan batu aji
-
Makanan khas, seperti Sate ayam ambal, Nasi Penggel, Soto petahanan, Lanting,
Emping, Gula Jawa, Jenang.
-
Akomodasi/penginapan
-
Pramuwisata/pemandu.
-
Usaha jasa foto
Potensi lokal Gua Jatijajar telah
berkembang menjadi potensi wisata yang mengakibatkan peningkatan arus wisatawan
baik mancanegara maupun nusantara ke kawasan wisata Gua Jatijajar, tentu saja
menuntut bermacam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat jumlah
dan ragamnya. Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun
pemerintah setempat, seperti : Kesempatan berusaha, baik usaha yang langsung
untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha
langsung meliputi usaha akomodasi (hotel, homestay, penginapan), restoran/rumah
makan, biro perjalanan, toko souvenir, sanggar-sanggar kerajinan dan kesenian,
pramuwisata dsb. Lapangan usaha tidak langsung, seperti : pertanian, perikanan,
peternakan, perindustrian dan kerajinan dan lainnya.
Terbukanya lapangan kerja. Luasnya
kesempatan dalam usaha berarti akan membuka lapangan kerja, baik lapangan kerja
di berbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun tidak
langsung. Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah
Mendorong pembangunan daerah.
Berkembangnya kepariwisataan di daerah mendorong pemerintah daerah dan
masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana yang diperlukan seperti :
pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air dan listrik, pembenahan obyek
dan daya tarik wisata,perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat dan
sebagainya.
Sebenarnya di sekiar Gua Jatijajar
masih banyak gua-gua lainnya yang dapat dijadikan objek wisata, sehingga
Kebumen semestinya dapat mengembangkan Objek Wisata Gua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar