Jumat, 11 Januari 2013

Wisata Budaya dan Wisata Alam Goa Jatijajar



Goa Jatijajar adalah goa alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa ini berada di 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer arah barat Kebumen. Gua Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur. Goa Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.
Lokasi yang tidak berada di pusat kota ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, untuk menjangkau daerah wisata ini wisatawan yang belum pernah datang ke Kebumen dan tidak tahu daerah Kebumen harus menggunakan angkutan umum untuk dapat sampai ke obyek wisata ini. Keadaan seperti ini tentunya dimanfaatkan oleh masyarakat dan dinas perhubungan untuk menambah armada angkutan umum ke arah objek wisata. Lokasi yang seperti itu juga memberikan kesempatan kepada warga sekitar tempat wisata untuk membuka warung makan atau toko dan bahkan wisma atau penginapan. Yang tentunya hal ini termasuk langkah dalam mengurangi pengangguran.
Menurut cerita rakyat, Goa Jatijajar ini pada jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung.  Visualisasi tentang legenda tersebut dapat kita lihat pada diorama yang ada di dalam goa. Banyak sekali patung-patung yang bertengger di dalam goa.
Goa yang berbentuk Dinosaurus ini mempunyai ciri khas sendiri, yaitu terdapat banyak sekali patung atau diorama yang menceritakan legenda Raden Kamandaka. Lagi, di dalam perut goa terdapat empat kali/sendang yang masing-masing mempunyai mitos sendiri-sendiri , namun yang dapat dilihat oleh wisatawan hanya dua sendang. Yaitu sendang Mawar yang mitosnya mempunyai kekuatan gaib yang bisa membuat seseorang tetap awet muda, dan sendang Kantil yang juga mempunyai mitos yaitu bila air sendang ini di gunakan untuk mandi atau cuci muka, maka niat atau cita-cita orang terebut mudah dikabulkan.
Pemugaran dan pembukaan Goa Jatijajar ini tentunya mengalami proses yang cukup lama dan melalui berbagai pro kontra di dalamnya. Dari tidak setujunya warga sekitar goa apabila goa keramat tersebut dipugar dan dijadikan tempat wisata karena dianggap suci dan keramat dan takut menyalahi aturan  jika kawasan tersebut dijadikan objek wisata, hingga akhirnya lambat laun warga menyepakati rencana pemugaran tersebut. Dan jadilah sekarang Goa Jatijajar yang asri dan indah tanpa menghilangkan keaslian dari goa tersebut, yaitu diorama, stalagmite dan stalagtit yang terhampar di seluruh bagian goa.
 Keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar berimbas pada berkembangnya kegiatan produktif masyarakat di sekitarnya, karena terbukanya peluang usaha dalam bidang :
-        Perdagangan, dengan berdirinya kios-kios di dalam objek wisata Gua Jatijajar Kerajinan/cendera mata, seperti anyaman pandan, batik tulis, keramik tanah liat dan batu aji
-        Makanan khas, seperti Sate ayam ambal, Nasi Penggel, Soto petahanan, Lanting, Emping, Gula Jawa, Jenang.
-        Akomodasi/penginapan
-        Pramuwisata/pemandu.
-        Usaha jasa foto
     
Potensi lokal Gua Jatijajar telah berkembang menjadi potensi wisata yang mengakibatkan peningkatan arus wisatawan baik mancanegara maupun nusantara ke kawasan wisata Gua Jatijajar, tentu saja menuntut bermacam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat jumlah dan ragamnya. Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun pemerintah setempat, seperti : Kesempatan berusaha, baik usaha yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha langsung meliputi usaha akomodasi (hotel, homestay, penginapan), restoran/rumah makan, biro perjalanan, toko souvenir, sanggar-sanggar kerajinan dan kesenian, pramuwisata dsb. Lapangan usaha tidak langsung, seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan dan lainnya.
Terbukanya lapangan kerja. Luasnya kesempatan dalam usaha berarti akan membuka lapangan kerja, baik lapangan kerja di berbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun tidak langsung. Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah
Mendorong pembangunan daerah. Berkembangnya kepariwisataan di daerah mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana yang diperlukan seperti : pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air dan listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata,perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat dan sebagainya.
Sebenarnya di sekiar Gua Jatijajar masih banyak gua-gua lainnya yang dapat dijadikan objek wisata, sehingga Kebumen semestinya dapat mengembangkan Objek Wisata Gua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar