Jumat, 11 Januari 2013

Masyarakat Multikultur


Pengertian Masyarakat, Multikulturalisme, dan Masyarakat Multikultural
Masyarakat berasal dari kata “musyarak” (Arab), yang artinya bersama-sama, kemudian berubah menjadi masyarakat, yang artinya berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi, selanjutnya mendapatkan kesepakatan menjadi masyarakat (Indonesia). Menurut Auguste Comte, masyarakat merupakan kelompok-kelompok makhluk hidup dengan realitas-realitas baru yang berkembang menurut hukum-hukumnya sendiri dan berkembang menurut pola perkembangan yang tersendiri.  Sedangkan J.L Gillin dan J. P. Gillin mendefinisikan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat, yaitu :
a.    Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
b.    Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu
c.    Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama .
Mengacu pada asal muasal kata dan pengertian mengenai masyarakat menurut beberapa ahli di atas, maka di sini diberikan suatu kesimpulan mengenai konsep masyarakat. Masyarakat merupakan perkumpulan manusia yang hidup bersama yang berkembang menurut hukum-hukumnya sendiri dimana dalam masyarakat tersebut terdapat kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama.
Multikulturalisme merujuk pada dua hal yang berbeda : realitas dan etika, atau praktik dan ajaran. Sebagai realitas atau praktik, multikulturalisme dipahami sebagai representasi yang produktif atas interaksi diantara elemen-elemen sosial yang beragam dalam sebuah tataran kehidupan kolektif yang berkelanjutan. Seperti sebuah etika atau ajaran, multikulturalisme merujuk pada spirit, etos, dan kepercayaan tentang bagaimana keragaman atas unit-unit sosial yang berciri privat dan relatif otonom itu, seperti etnisitas dan budaya, semestinya dikelola dalam ruang-ruang publik.
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas beragam kelompok sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda. Masyarakat multikultural merupakan bentuk dari masyarakat modern yang anggotanya terdiri dari berbagai golongan, suku, etnis, ras, agama, dan budaya. Dalam masyarakat multikultural, perbedaan kelompok sosial, kebudayaan dan suku bangsa dijunjung tinggi. Namun tidak berarti adanya kesenjangan dan perbedaan hak dan kewajiban diantara mereka. Masyarakat multikultural memperjuangkan kesederajatan antara kelompok minoritas dan mayoritas, baik secara hukum maupun secara sosial. Masyarakat multikultur sekaligus juga adalah masyarakat yang menolak semua bentuk rasisme dan diskriminasi di dalam segala bentuknya.
Karakteristik multikultur:
1.      Adanya konduksi dalam hubungan interpersonal
2.      Ciri khas dan karakteristik budaya,adat, bahasa dan kebiasaan setiap daerah diberi kesempatan untuk berkembang dan menjadi aset yang dimiliki oleh bangsa
3.      Adanya kebebasan untuk mengembangkan diri dengan tetap saling menghargai
4.      Pluralitas dilihat sebagai perbedaan yang harus dihargai dan dihormati
Multikulturalisme menuntut masyarakat untuk hidup penuh toleransi, saling pengertian antarbudaya dan antarbangsa dalam membina suatu dunia baru. Masyarakat multikultural akan mendorong lahirnya nasionalisme multicultural, yaitu nasionalisme yang dibangun berdasarkan perbedaan budaya masing-masing kelompok pembentuknya.
Merujuk pada pengertian mengenai konsep multikultural tersebut, di dalam masyarakat multikultural perbedaan yang ada tidak hanya sekedar untuk diakui saja (seperti pada masyarakat majemuk), tetapi juga pada taraf yang lebih jauh lagi, yaitu diperlakukan secara setara. Masyarakat multikultural dapat menampung seluruh perbedaan yang ada secara setara sehingga dapat menjadi daya ikat bagi seluruh keberagaman etnis, budaya, agama, dan lain-lain untuk mewujudkan integrasi sosial dalam masyarakat tersebut. Kesetaraan/kesedarajatan diantara perbedaan yang ada menjadi ciri pokok dalam masyarakat multikultur. Di dalam konsep masyarakat multikultur, masyarakatnya dituntut untuk mampu hidup secara berdampingan dan saling berlaku adil dalam segala bidang kehidupan (hukum, politik, sosial, pendidikan, dll.) meskipun berbeda suku, ras, agama, dan golongan. Kesadaran mengenai multikultural ini  mendorong setiap orang untuk bertoleransi, menghargai, dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada. Dengan sikap yang demikian itu akan memperkecil benih-benih konflik di masyarakat.


[1] Abdulsyaani. 1987. Sosiologi : Skematika, Teori, dan Terapan. Hal. 30-32

[2] AbdulC Munir M dkk. 2008. Diskriminasi di Sekeliling Kita : Negara, Politik Diskriminasi, dan Multikulturalisme. Hal. 3-4
[3] Aris Saefulloh. 2009. Membaca Paradigma Pendidikan dalam Bingkai Multikulturalisme (Jurnal)
[4]  Syahrial SR. Dasar-dasar Sosiologi. Hal. 114

Wisata Budaya dan Wisata Alam Goa Jatijajar



Goa Jatijajar adalah goa alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa ini berada di 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer arah barat Kebumen. Gua Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur. Goa Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.
Lokasi yang tidak berada di pusat kota ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, untuk menjangkau daerah wisata ini wisatawan yang belum pernah datang ke Kebumen dan tidak tahu daerah Kebumen harus menggunakan angkutan umum untuk dapat sampai ke obyek wisata ini. Keadaan seperti ini tentunya dimanfaatkan oleh masyarakat dan dinas perhubungan untuk menambah armada angkutan umum ke arah objek wisata. Lokasi yang seperti itu juga memberikan kesempatan kepada warga sekitar tempat wisata untuk membuka warung makan atau toko dan bahkan wisma atau penginapan. Yang tentunya hal ini termasuk langkah dalam mengurangi pengangguran.
Menurut cerita rakyat, Goa Jatijajar ini pada jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung.  Visualisasi tentang legenda tersebut dapat kita lihat pada diorama yang ada di dalam goa. Banyak sekali patung-patung yang bertengger di dalam goa.
Goa yang berbentuk Dinosaurus ini mempunyai ciri khas sendiri, yaitu terdapat banyak sekali patung atau diorama yang menceritakan legenda Raden Kamandaka. Lagi, di dalam perut goa terdapat empat kali/sendang yang masing-masing mempunyai mitos sendiri-sendiri , namun yang dapat dilihat oleh wisatawan hanya dua sendang. Yaitu sendang Mawar yang mitosnya mempunyai kekuatan gaib yang bisa membuat seseorang tetap awet muda, dan sendang Kantil yang juga mempunyai mitos yaitu bila air sendang ini di gunakan untuk mandi atau cuci muka, maka niat atau cita-cita orang terebut mudah dikabulkan.
Pemugaran dan pembukaan Goa Jatijajar ini tentunya mengalami proses yang cukup lama dan melalui berbagai pro kontra di dalamnya. Dari tidak setujunya warga sekitar goa apabila goa keramat tersebut dipugar dan dijadikan tempat wisata karena dianggap suci dan keramat dan takut menyalahi aturan  jika kawasan tersebut dijadikan objek wisata, hingga akhirnya lambat laun warga menyepakati rencana pemugaran tersebut. Dan jadilah sekarang Goa Jatijajar yang asri dan indah tanpa menghilangkan keaslian dari goa tersebut, yaitu diorama, stalagmite dan stalagtit yang terhampar di seluruh bagian goa.
 Keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar berimbas pada berkembangnya kegiatan produktif masyarakat di sekitarnya, karena terbukanya peluang usaha dalam bidang :
-        Perdagangan, dengan berdirinya kios-kios di dalam objek wisata Gua Jatijajar Kerajinan/cendera mata, seperti anyaman pandan, batik tulis, keramik tanah liat dan batu aji
-        Makanan khas, seperti Sate ayam ambal, Nasi Penggel, Soto petahanan, Lanting, Emping, Gula Jawa, Jenang.
-        Akomodasi/penginapan
-        Pramuwisata/pemandu.
-        Usaha jasa foto
     
Potensi lokal Gua Jatijajar telah berkembang menjadi potensi wisata yang mengakibatkan peningkatan arus wisatawan baik mancanegara maupun nusantara ke kawasan wisata Gua Jatijajar, tentu saja menuntut bermacam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat jumlah dan ragamnya. Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun pemerintah setempat, seperti : Kesempatan berusaha, baik usaha yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha langsung meliputi usaha akomodasi (hotel, homestay, penginapan), restoran/rumah makan, biro perjalanan, toko souvenir, sanggar-sanggar kerajinan dan kesenian, pramuwisata dsb. Lapangan usaha tidak langsung, seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan dan lainnya.
Terbukanya lapangan kerja. Luasnya kesempatan dalam usaha berarti akan membuka lapangan kerja, baik lapangan kerja di berbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun tidak langsung. Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah
Mendorong pembangunan daerah. Berkembangnya kepariwisataan di daerah mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana yang diperlukan seperti : pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air dan listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata,perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat dan sebagainya.
Sebenarnya di sekiar Gua Jatijajar masih banyak gua-gua lainnya yang dapat dijadikan objek wisata, sehingga Kebumen semestinya dapat mengembangkan Objek Wisata Gua.

Sosiologi Pariwisata,

Sosiologi Pariwisata, KRKB Gembira Loka



Tempat wisata Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka (Gembira Loka Zoo) dapat dianalisis dengan Teori Fungsionalisme-Strukturalisme yang termasuk dalam Teori Konsensus yang memandang masyarakat sebagai suatu struktur yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang dipelihara oleh suatu mekanisme keseimbangan (equilibrium mechanism).
Teori Fungsionalisme-Strukturalisme melakukan analisis dengan melihat masyarakat sebagai suatu “sistem” dari interaksi antarmanusia dan berbagai institusinya, dan segala sesuatunya disepakati secara konsensus, termasuk dalam hal nilai dan norma. Teori fungsionalisme menekankan pada harmoni, konsistensi, dan keseimbangan dalam masyarakat.
Seiring dengan berdiri dan berkembangnya lokasi wisata KRKB Gembira Loka, belum pernah ada masalah ataupun konflik yang muncul, masyarakat sekitar dan pihak pengelola tetap harmonis karena muncul pembagian tugas yang secara tidak langsung membawa keuntungan sendiri bagi kedua belah pihak.
Beberapa asumsi pokok Teori Fungsionalisme-Strukturalisme adalah sebagai berikut:
a.       Masyarakat, sebagai sistem sosial, terdiri dari bagian-bagian (subsistem) yang independent. Masing-masing bagian mempunyai fungsi-fungsi tertentu, yang berperan menjaga eksistensi dan berfungsinya sistem secara keseluruhan.
b.      Setiap elemen atau subsistem harus dikaji dalam hubungan dengan fungsi-fungsi dan perannya terhadap sistem, serta dilihat apakah subsistem tersebut berfungsi atau tidak, dilihat dari akibat yang ditimbulkan oleh perilaku suatu subsistem. Jadi yang dilihat adalah fungsi real, bukan fungsi “yang seharusnya”.
c.       Kalau suatu sistem dapat mempertahankan batas-batasnya, maka sistem tersebut akan stabil.
d.      Berfungsinya masing-masing bagian (subsistem) dalam suatu sistem, akan menyebabkan sistem ada dalam keadaan equilibrium. Masyarakat yang equilibrium adalah yang stabil, normal, karena semua faktor yang saling bertentangan telah melakukan keseimbangan (Talcott Parsons).
e.       Apabila terjadi disfungsi pada suatu bagian, maka akan terjadi kondisi abnormal, sehingga equilibrium terganggu (Merton, 1957
f.       Masing-masing elemen sosial mempunyai fungsi manifest dan fungsi latent.
Teori selanjutnya yaitu Teori Perubahan. Banyak berbagai macam perubahan yang terjadi di berbagai sektor KRKB Gembira Loka. Perubahan terjadi secara perlahan. Dapat diidentifikasi dari:
a.       Keberagaman fauna. Upaya untuk menambah koleksi fauna terus dilakukan oleh pihak pengelola KRKB Gembira Loka sebagai upaya konservasi satwa yang mampu memelihara dan melestarikannya sesuai habitat aslinya.
b.      Keberagaman flora. Terus menambah koleksi floranya dan melestarikan flora yang sudah ada agar tidak punah.
c.       Wahana yang dimiliki selalu diperbaharui dan dibangun wahana-wahana baru untuk melengkapi wisata KRKB Gembira Loka.
d.      Struktur organisasi kepegawaian.
e.       Harga tiket masuk dan tarif berbagai wahana yang disediakan selalu berubah mengikuti alur perkembangan berbagai bidang.

Dampak Yang Ditimbulkan
Hampir semua literatur dan kajian studi lapangan menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata pada suatu daerah mampu memberikan dampak-dampak yang dinilai positif, yaitu dampak yang diharapkan, bahwa peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan penerimaan devisa, peningkatan kesempatan kerja dan peluang usaha, peningkatan pendapatan pemerintah dan sebagainya.
a.       Dampak terhadap peningkatan kesempatan kerja, peluang usaha dan pendapatan masyarakat, dengan adanya KRKB Gembira Loka, masyarakat sekitar diberdayakan untuk membuka peluang usaha dengan membuka area parkir di sekitar rumah mereka karena ruang parkir yang disediakan oleh KRKB Gembira Loka cukup terbatas. Selain itu pihak KRKB Gembira Loka juga menyediakan tempat untuk masyarakat sekita berjualan di dalam area KRKB Gembira Loka. Umumnya mereka berjualan makanan ringan, makanan berat, souvenir, dan lain-lain. Dari itu semua maka secara otomatis pendapatan masyarakat sekitar relatif bertambah.
b.      Dampak terhadap peningkatan kesempatan kerja, masyarakat sekitar biasanya direkrut untuk menjadi pegawai di KRKB Gembira Loka. Ada yang sekedar menjadi satpam, petugas kebersihan atau bahkan tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
c.       Dampak terhadap peningkatan pendapatan pemerintah, tentu saja dengan keberadaan KRKB Gembira Loka menaikkan pendapatan pemerintah. Kepemilikan swasta harus menyetorkan pajak yang tidak sedikit untuk pemerintah.
d.      Terjaganya lingkungan alam, sesuai dengan visi misi KRKB Gembira Loka secara garis besar untuk menjaga kelestarian flora fauna juga sebagai sarana rekreasi edukatif.