Rabu, 05 Desember 2012

Laporan Wawancara Konaspi VII


Laporan Wawancara Acara KONASPI VII
Oleh
Amalia Dwi Hidayati
Pend. Sosiologi A. 11413241003

KONASPI atau Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia yang ke-VII di gelar di Yogyakarta dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai tuan rumah. Konvensi tersebut lebih tepatnya diselenggarakan di Selasar Pendopo Ambarrukmo, hotel Ambarrukmo. Acara pameran dimulai tanggal 1—2 November 2012. Diikuti oleh berbagai Universitas yang basicnya adalah kampus keguruan. Beberapa dintaranya adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Makassar, Universitas Medan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universtitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Pendidikan Ganesha. Dapat dihitung dalam acara pameran tersebut terselenggara sekitar 18 stand, dengan mayoritas stand tersebut adalah stand dari UNY sebagai tuan rumah.
Dalam acara tersebut, saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan penjaga stand setiap divisi universitas. Menurut salah satu nara sumber saya, Rinda, dari PSW (Pusat Penelitian Wanita dan Gender) Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menyatakan, acara KONASPI VII ini dibuka secara resmi pada hari Rabu,31 Oktober 2012. Acara di meriahkan oleh PSM Swarawardhana UNY dan UKM Kamasetra UNY yang menarikan tari tradisional Jawa. Kemudian Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wachab, M.Pd., M.A menabuhkan gong sebagai simbol acara KONASPI VII telah dibuka secara resmi.
Ujarnya pula, acara KONASPI ini bermanfaat sekali bagi mahasiswa sebagai wahana untuk menggelar dan mempromosikan serta memasarkan produk atau karyanya. Produk yang disajikan oleh PSW diantaranya terdapat tas kombinasi antara koran dan kain, ada juga segala bentuk perkakas dan souvenir yang berasal dari lintingan koran dan kain bekas juga kayu sebagai pemanis. Menurutnya, untuk menghasilkan satu karya tersebut dibutuhkan 500 lintingan kertas koran per orangnya. Lalu untuk menyelesaikan satu produk kira-kira dibutuhkan waktu 3 hari.
Beralih ke stand Fakultas Teknik UNY. Di stand tersebut memamerkan produk andalannya yaitu robot bernama KRCI KRSI, game ulo ondo yang merupakan adopsi dari game ular tangga, detektor alkohol pada mobil, dan sebuah baju karya teknik busana FT UNY. Tidak hanya memamerkan produk hasil mahasiswanya, tetapi juga produk dari dosen seperti buku-buku metode penelitian terapan, jurnal dan lain sebagainya. Karya lain dari fakultas berbendera oranye ini antara lain yaitu Mikroskop Optilab, Robot Colector, mesin perontok bulu ayam, Siomay cumi-cumi warna-warni, permen jelly rasa kakap, dll.
FMIPA, fakultas berbendera biru ini mempromosikan berbagai karyanya yang unik dan menarik. Seperti yang terlihat kemarin, FMIPA memamerkan baju batik yang bukan sembarang batik. Baju batik ini lain dari batik yang ada dipasaran. Batik milik FMIPA bermotif rumus-rumus yang ada pada bidang kajian mereka, yaitu Matematika dan IPA. Sungguh unik sekali. Namun motif yang “aneh” ini sama sekali tidak mengurangi keindahan dari baju batik tersebut, justru menambah keindahannya.
Tujuan perjalanan saya selanjutnya adalah stand Universitas Negeri Makassar. Menut Lia penjaga stand bazar, motivasinya mengikuti KONASPI VII ini ingin ikut meramaikan acara saja, karena mendapat undangan untuk mengisi stand bazar. Produk yang dijual atau dipamerkan di stand ini adalah buku-buku yang bisa dibeli untuk umum karya dosen-dosen UNM termasuk juga jurnal-jurnal. Pihak UNM juga menyajikan katalog buku-buku yang dijualnya, namun sayangnya ketika saya ke sana katalog tesebut sudah habis.
Stand tujuan saya selanjutnya adalah stand milik Universitas Negeri Malang. Stand ini menyajikan produk buku-buku karya guru besar dan dosen. Menurut Ibu Retno, acara KONASPI ke-VII ini berguna untuk menggelar produk asli karya-karya besar universitas yang berbasic keguruan agar lebih dikenal di masyarakat umum, khususnya kalangan keguruan.
Menurut saya sendiri, KONASPI ke-VII yang diselenggarakan di Yogyakarta ini menghasilkan suatu sosialisasi atas suatu universitas kepada khalayak umum agar universitas tersebut dapat lebih dikenal di mata umum. Untuk mensosialisasikan universitas kebanggaannya tersebut, masing-masing universitas memamerkan atau menyajikan berbagai keunggulan yang dimilikinya untuk menarik perhatian pengunjung. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan khalayak umum mengetahui apa-apa yang menjadi kebanggaan masing-masing universitas. Dan dampak tersirat lainnya yaitu, dengan diadakannya acara ini diharapkan semakin banyak siswa yang berminat untuk melanjutkan studinya di universitas tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar