Laporan
Wawancara Acara KONASPI VII
Oleh
Amalia
Dwi Hidayati
Pend.
Sosiologi A. 11413241003
KONASPI atau
Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia yang ke-VII di gelar di Yogyakarta
dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai tuan rumah. Konvensi tersebut
lebih tepatnya diselenggarakan di Selasar Pendopo Ambarrukmo, hotel Ambarrukmo.
Acara pameran dimulai tanggal 1—2 November 2012. Diikuti oleh berbagai
Universitas yang basicnya adalah
kampus keguruan. Beberapa dintaranya adalah Universitas Negeri Yogyakarta
(UNY), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Makassar,
Universitas Medan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universtitas Negeri Malang
(UM), dan Universitas Pendidikan Ganesha. Dapat dihitung dalam acara pameran
tersebut terselenggara sekitar 18 stand, dengan mayoritas stand tersebut adalah
stand dari UNY sebagai tuan rumah.
Dalam acara
tersebut, saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan penjaga stand
setiap divisi universitas. Menurut salah satu nara sumber saya, Rinda, dari PSW
(Pusat Penelitian Wanita dan Gender) Universitas Negeri Yogyakarta. Ia
menyatakan, acara KONASPI VII ini dibuka secara resmi pada hari Rabu,31 Oktober
2012. Acara di meriahkan oleh PSM Swarawardhana UNY dan UKM Kamasetra UNY yang
menarikan tari tradisional Jawa. Kemudian Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wachab,
M.Pd., M.A menabuhkan gong sebagai simbol acara KONASPI VII telah dibuka secara
resmi.
Ujarnya pula,
acara KONASPI ini bermanfaat sekali bagi mahasiswa sebagai wahana untuk
menggelar dan mempromosikan serta memasarkan produk atau karyanya. Produk yang
disajikan oleh PSW diantaranya terdapat tas kombinasi antara koran dan kain,
ada juga segala bentuk perkakas dan souvenir yang berasal dari lintingan koran
dan kain bekas juga kayu sebagai pemanis. Menurutnya, untuk menghasilkan satu
karya tersebut dibutuhkan 500 lintingan kertas koran per orangnya. Lalu untuk
menyelesaikan satu produk kira-kira dibutuhkan waktu 3 hari.
Beralih ke stand
Fakultas Teknik UNY. Di stand tersebut memamerkan produk andalannya yaitu robot
bernama KRCI KRSI, game ulo ondo yang merupakan adopsi dari game ular tangga,
detektor alkohol pada mobil, dan sebuah baju karya teknik busana FT UNY. Tidak
hanya memamerkan produk hasil mahasiswanya, tetapi juga produk dari dosen seperti
buku-buku metode penelitian terapan, jurnal dan lain sebagainya. Karya lain
dari fakultas berbendera oranye ini antara lain yaitu Mikroskop Optilab, Robot
Colector, mesin perontok bulu ayam, Siomay cumi-cumi warna-warni, permen jelly
rasa kakap, dll.
FMIPA, fakultas
berbendera biru ini mempromosikan berbagai karyanya yang unik dan menarik.
Seperti yang terlihat kemarin, FMIPA memamerkan baju batik yang bukan sembarang
batik. Baju batik ini lain dari batik yang ada dipasaran. Batik milik FMIPA
bermotif rumus-rumus yang ada pada bidang kajian mereka, yaitu Matematika dan
IPA. Sungguh unik sekali. Namun motif yang “aneh” ini sama sekali tidak
mengurangi keindahan dari baju batik tersebut, justru menambah keindahannya.
Tujuan
perjalanan saya selanjutnya adalah stand Universitas Negeri Makassar. Menut Lia
penjaga stand bazar, motivasinya mengikuti KONASPI VII ini ingin ikut
meramaikan acara saja, karena mendapat undangan untuk mengisi stand bazar.
Produk yang dijual atau dipamerkan di stand ini adalah buku-buku yang bisa
dibeli untuk umum karya dosen-dosen UNM termasuk juga jurnal-jurnal. Pihak UNM
juga menyajikan katalog buku-buku yang dijualnya, namun sayangnya ketika saya
ke sana katalog tesebut sudah habis.
Stand tujuan
saya selanjutnya adalah stand milik Universitas Negeri Malang. Stand ini
menyajikan produk buku-buku karya guru besar dan dosen. Menurut Ibu Retno,
acara KONASPI ke-VII ini berguna untuk menggelar produk asli karya-karya besar
universitas yang berbasic keguruan agar lebih dikenal di masyarakat umum,
khususnya kalangan keguruan.
Menurut saya
sendiri, KONASPI ke-VII yang diselenggarakan di Yogyakarta ini menghasilkan
suatu sosialisasi atas suatu universitas kepada khalayak umum agar universitas
tersebut dapat lebih dikenal di mata umum. Untuk mensosialisasikan universitas
kebanggaannya tersebut, masing-masing universitas memamerkan atau menyajikan
berbagai keunggulan yang dimilikinya untuk menarik perhatian pengunjung. Dengan
diadakannya acara ini, diharapkan khalayak umum mengetahui apa-apa yang menjadi
kebanggaan masing-masing universitas. Dan dampak tersirat lainnya yaitu, dengan
diadakannya acara ini diharapkan semakin banyak siswa yang berminat untuk
melanjutkan studinya di universitas tersebut.